“Science without religion is lame, religion without science is blind.” (Sains tanpa religi akan sesat, religi tanpa sains akan buta) Albert Einstein. “To educate a person in mind and not in morals is to educate a menace to society” (Mendidik seseorang dalam aspek kecerdasan otak dan bukan aspek moral adalah ancaman mara-bahaya kepada masyarakat) Theodore Roosevelt. “Dengan seni hidup menjadi indah, dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan agama hidup menjadi terarah.” Hamka

Minggu, 13 Desember 2015

LDKS 2015

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA (LDKS)
PENGURUS OSIS SMP NEGERI 1 JIWAN
TAHUN 2015


JIWAN. Sabtu sore, 14 Nopember 2015 ada 30 pengurus OSIS baru SMP Negeri 1 Jiwan yang baru terpilih berkumpul di salah ruangan di SMP Negeri 1 Jiwan. Mereka bersiap mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) pengurus OSIS masa bhakti 2015-2016 yang diadakan selama 2 hari yaitu dari tanggal 14 s.d. 15 Nopember 2015. Kegiatan tersebut bertujuan memberi bekal kepada para pengurus OSIS baru dalam menjalani fungsinya sebagai pemimpin yang disiplin dan bertanggung jawab dari seluruh kesatuan OSIS di SMP Negeri 1 Jiwan. Tema yang dipilih dalam kegitan LDK tersebut yaitu “Dengan LKDS kita ciptakan pengurus OSIS yang bertanggungjawab, berkarakter dan penuh dedikasi”.
Acara diawali dengan upacara pembukaan dan sambutan Kepala Sekolah. Dalam sambutan  pembukaan tersebut Drs. Didik Utomo, M.Pd kepala SMP Negeri 1 Jiwan mengharap agar kegiatan ini diikuti dengan baik agar pengurus OSIS yang baru bisa menjalankan perannya dengan maksimal dan memberi contoh bagi siswa/siswi yang lain. Materi kegiatan LDKS antara lain pengetahuan kepemimpinan, keorganisasian dan pembuatan surat dan proposal yang disampaikan oleh para guru yang diberi tugas. Selain itu ada juga Latihan Baris Berbaris (LBB) yang dilatih oleh pelatih dari personil Koramil dan Out Bond yang dibina dengan permainan-permaianan yang menyenangkan dan berisi penerapan teori kepemimpinan. Umumnya mereka mengikuti seluruh kegiatan dengan senang dan penuh semangat selama 2 hari dari pagi hingga malam hari.


Kegiatannya sangat padat, penyampaian materi pada malam hari berakhir pukul 22.00 WIB kemudian lewat tengah malam tepatnya pukul 00.30 WIB dilaksanakan shalat malam (meliputi shalat tasbih, shalat hajat, dan shalat witir). Usai shalat malam para peserta digembleng mentalnya dalam acara renungan malam hingga pukul 03.30 WIB. Para peserta diberi kesempatan istirahat sejenak sampai dengan pukul 04.00 WIB kemudian dilaksanakan shalat shubuh berjama’ah dan dilanjutkan Tahfidz Al-Qur’an Surat An-Naba’ secara klasikal. Usai melaksanakan shalat shubuh para peserta melaksanakan kegiatan senam dan dilanjutkan membersihkan lingkungan.
Setelah acara bersih-bersih diri dan kemudian menikmati sarapan pagi para peserta bersiap untuk mengikuti kegiatan berikutnya yaitu Latihan Baris Berbaris yang dilatih oleh TNI personil dari Koramil Kecamatan Jiwan. Kegiatan tersebut berlangsung ± 2½ meliputi teori dan praktik.


Kegiatan berikutnya, setelah para peserta beristirahat yang cukup yaitu Out Bond dan sedikit materi tambahan mengenai leadership dari pemateri dari Tim Out Bond. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan out bond tersebut karena mereka tertantang untuk mengeksplorasikan pikiran dan tenaga mereka untuk berkompetisi dengan group atau kelompok pesaing mereka.
“Kami merasa beruntung mendapat kesempatan mengikuti LDK sebagai bekal kami menjalankan fungsi kami sebagai pengurus OSIS”, ungkap Anugerah Rimdhany Fauzan ketua OSIS yang baru menggantikan Bramana Restu Adji.
Sunarti Wakasek Kesiswaan sekaligus Ketua pelaksana mengharap agar kegiatan ini bisa menjadikan pengurus OSIS  yang baru ini bisa perperan aktif dalam mebantu meningkatkan kedisiplinan, ketertiban dan kreativitas siswa SMP negeri 1 Jiwan sekaligus bisa menjadi contoh bagi siswa-siswa lain.

Selasa, 27 Oktober 2015

Tatib Sekolah

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMP NEGERI  1  JIWAN

TAHUN PELAJARAN 2015/2016


Jiwan. Peraturan tata tertib peserta didik berfungsi untuk mengatur ketertiban peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran guna mencapai mutu pembelajaran yang optimal. Fungsi yang lain menetapkan kriteria penilaian pribadi peserta didik yang berisi kelakuan, kerajinan, kerapian dan 9K (Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, Keterbukaan, dan Keteladanan).

A.      Tata Tertib Umum
  1. Wajib menjaga nama baik sekolah.
  2. Wajib menjaga dan melestarikan program 9K.
  3. Membiasakan salam, senyum, dan sapa di lingkungan sekolah.
  4. Wajib mengikuti upacara yang dilaksanakan oleh sekolah.
  5. Wajib mendukung semua kegiatan yang diadakan oleh sekolah.
  6. Wajib turut serta menjaga dengan baik fasilitas sekolah.


B.       Hak Peserta Didik
1.      Mengikuti proses kegiatan pembelajaran, baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.
2.      Mendapatkan perlakuan yang sama dalam proses pembelajaran.
3.      Menggunakan sarana dan prasarana sekolah.
4.      Mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah.
5.  Menjadi Pengurus Kelas, Pengurus OSIS, anggota atau Kepanitiaan dalam kegiatan kesiswaan.
6.      Mendapatkan bimbingan dari para guru dalam mencapai prestasi yang optimal.
7.    Mendapatkan layanan Konseling dari BK/BP, Pustakawan, Laboran, dan fasilitas lain yang sesuai dengan ketentuan sekolah.
8.      Setiap peserta didik mendapatkan bimbingan dari Wali Kelas masing-masing.
9.   Menyampaikan usulan atau pendapat melalui pengurus MPK (Musyawarah Perwakilan Kelas).
10. Peserta didik yang berasal dari keluarga yang kurang / tidak mampu bisa mengajukan keringanan biasa / BSM sesuai dengan prosedur yang ditentukan oleh pihak sekolah.

C.      Kewajiban Peserta Didik
1.      Kelakuan
Selama berada di lingkungan sekolah setiap peserta didik wajib:
a.       Menghormati dan menghargai semua warga sekolah; Kepala Sekolah, Guru, Karyawan, maupun sesama peserta didik.
b.      Sopan dalam berperilaku dan santun dalam berbicara.
c.       Mengikuti proses pembelajaran sesuai dengan jam belajarnya secara tertib.
d.      Mengikuti kegiatan pengembangan diri / ekstrakurikuler sesuai dengan pilihannya.
e.       Menjaga dan memelihara alat dan media pembelajaran serta prasarana sekolah lain-nya.
f.       Menjaga nama baik lembaga / sekolah.
g.      Menjaga dan memelihara keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluarga-an, kesehatan, kerindangan, keterbukaan, dan keteladanan.
h.      Menjaga kerukunan dan hubungan baik dengan semua warga sekolah.
i.        Menjaga keamanan, ketenangan, kelancaran dan ketertiban dalam proses pembe-lajaran.

2.      Kerajinan
a.      Kehadiran
1)      Peserta didik harus hadir di sekolah 5 menit sebelum dimulai kegiatan upacara bendera (hari senin) atau Apel Pagi Do’a Bersama (hari selasa s.d. sabtu).
2)      Bila peserta didik tidak masuk sekolah harus ada surat keterangan dari orang tua / wali peserta didik. Surat Ijin hanya berlaku dua hari, dan Surat Keterangan Sakit jika melebihi tiga hari harus melampirkan Surat Keterangan Dokter.


b.      Keterlambatan
Bila datang terlambat, peserta didik tidak diperkenankan masuk ke dalam ruang kelas sebelum minta ijin kepada guru piket atau guru BP.

c.       Kegiatan pembelajaran
1)      Mengikuti secara aktif seluruh program sekolah.
2)      Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, peserta didik tidak diperkenankan meninggalkan kelas kecuali mendapat ijin dari guru pengajar.
3)      Apabila tidak mengikuti pelajaran, peserta didik harus mendapat ijin dari guru mata pelajaran dan guru piket.
4)      Apabila telah sepuluh menit guru belum hadir di kelas, ketua kelas atau salah satu pengurus kelas wajib menghubungi guru piket dan peserta tidak diperkenankan meninggalkan ruang kelas.
5)      Seluruh peserta didik pulang bersama-sama setelah berbunyi bel tanda berakhirnya seluruh pelajaran.
6)      Senantiasa mengikuti ulangan / penilaian yang diberikan guru atau sekolah.
7)      Senantiasa mengikuti remidi untuk mata pelajaran yang belum tuntas.

3.      Kerapian
a.       Berpakaian seragam sesuai dengan ketentuan sekolah:
1)      Pakaian:
a)      Hari Senin-Selasa: Putih-Biru lengkap dengan atributnya, sepatu hitam polos, kaos kaki putih (15 cm di atas mata kaki), sabuk hitam standar, dan berdasi biru.
b)      Hari Rabu-Kamis: Putih-Krem lengkap dengan atributnya, sepatu hitam polos, kaos kaki putih (15 cm di atas mata kaki), sabuk hitam standar, dan berdasi krem.
c)      Hari Jum’at: Batik biru, sepatu hitam polos, kaos kaki putih (15 cm di atas mata kaki), sabuk hitam standar.
d)     Hari Sabtu: Pramuka lengkap, sepatu hitam polos, kaos kaki hitam (15 cm di atas mata kaki), sabuk hitam standar, dan bersetangan leher.
2)      Tidak boleh memakai atribut di luar ketentuan sekolah.

b.      Kepribadian
1)      Peserta didik putra:
a)      Berpenampilan rapi; potongan rambut rapi dan wajar, serta tidak dicat / disemir.
b)      Tidak mengenakan perhiasan yang biasa dipakai orang perempuan; anting-anting, gelang, kalung, cincin. Juga tidak diperkenankan ber-tato.
2)      Peserta didik putri:
Tidak mengenakan perhiasan, tidak ber-make up berlebihan.
3)      Tidak mengeluarkan kata-kata kotor (tidak senonoh) kepada warga sekolah.
4)      Tidak terlibat dalam tindakan kriminal, tindak pidana (mencuri atau merampas barang milik orang lain).
5)      Tidak melompat pagar sekolah untuk masuk dan keluar lingkungan sekolah.
6)      Tidak memelihara kuku panjang dan ber-cat kuku.

4.      Keamanan
a.       Peserta didik harus menempatkan sepeda pada tempat parkir yang telah disediakan.
b.      Selama waktu istirahat dan jam kosong peserta didik tidak diperkenankan berada di kamar mandi siswa dan tempat parkir sepeda.
c.       Peserta didik dilarang keras membawa atau memperjuabelikan senjata api / tajam di lingkungan sekolah.
d.      Peserta didik dilarang keras menggunakan senjata api / tajam untuk mengancam atau melukai orang lain.
e.       Peserta didik dilarang keras mabuk di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
f.       Peserta didik dilarang keras membawa, memperjualbelikan, atau mengonsumsi narkoba.
g.      Peserta didik dilarang keras tawuran baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
h.      Peserta didik dilarang keras menjadi provokator perkelahian.
i.        Peserta didik dilarang keras melakukan tindakan mengancam, mengintimidasi, menganiaya, atau mengeroyok orang, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

5.      Kebersihan
a.       Selalu berpakaian rapi dan bersih.
b.      Senantiasa memelihara kebersihan badan dan kelengkapan belajar (pakaian, sepatu, tas, buku, serta alat tulis.
c.       Senantiasa memelihara dan menjaga kebersihan ruang kelas, laboratorium, perpusta-kaan, mushalla, dan taman.
d.      Selalu memelihara dan menjaga keberhasilan sarana dan prasarana sekolah.

6.      Ketertiban
a.       Tidak mengotori, mencorat-coret meja, kursi, tembok, pintu, dan barang-barang inventaris sekolah.
b.      Peserta didik dilarang membawa rokok di lingkungan sekolah.
c.       Peserta didik dilarang membawa atau menjualbelikan buku, majalah, kaset/CD, ponsel yang berisi pornografi.
d.      Peserta didik diwajibkan untuk turun dari sepeda ketika memasuki gerbang sekolah.
e.       Peserta didik tidak diperkenankan mengaktifkan / mengoperasikan ponsel pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung.
f.       Peserta didik diharuskan merapikan meja dan kursi tempat belajarnya ketika pulang.

7.      Keindahan
a.       Peserta didik diharuskan menjaga keindahan lingkungan sekolah.
b.      Peserta didik diharuskan menjaga keindahan ruang kelas masing-masing.

8.      Kekeluargaan
a.       Menjaga kerukunan dan keharmonisan warga sekolah.
b.      Membudayakan kerjasama dan gotong-royong.
c.       Menjalin silaturahmi antar warga sekolah.
d.      Mengembangkan sikap peduli, sosial, dan tolong-menolong.

9.      Kesehatan
a.       Peserta didik meningkatkan pola hidup sehat.
b.      Peserta didik menjaga kesehatan jasmani dan ruhani.
c.       Peserta didik membangun dirinya menjadi manusia Indonesia seutuhnya.

10.  Kerindangan
a.       Peserta didik menjaga dan memelihara kerindangan di lingkungan sekolah.
b.      Peserta didik menjaga dan memelihara keasrian di kelas masing-masing.

11.  Keterbukaan
a.       Menjaga keterbukaan di antara warga sekolah.
b.      Memberikan informasi yang diperlukan oleh sekolah yang bersifat membangun.
12.  Keteladanan
a.       Memberikan keteladanan kepada orang lain dalam bersikap, perilaku, dan bertutur kata.
b.      Selalu introspeksi diri untuk mengoptimalkan potensi diri.

D.      Sanksi-sanksi
Bagi peserta didik yang melanggar Tata Tertib Umum dan Kewajiban, maka akan diberlaku-kan sanksi berupa:
1.      Teguran atau tugas-tugas yang ditentukan oleh sekolah.
2.      Peringatan tertulis (1, 2, 3) yang diketahui oleh orang tua / wali.
3.      Panggilan dan pernyataan orang tua / wali.
4.      Skors.
5.      Dikembalikan kepada pengasuhan orang tua / wali.


Madiun, 27 Juli 2015

Senin, 19 Oktober 2015

Peringatan 10 Muharram 1437 H

SANTUNAN TERHADAP PESERTA DIDIK
"YATIM / PIATU"
SMP NEGERI 1 JIWAN


Jiwan. Pada kesempatan usai pelaksanaan Apel Pagi Do'a Bersama di halaman sekolah, salah satu pembina keagamaan Agama Islam di SMP Negeri 1 Jiwan menyampaikan himbauan kepada para peserta didik yang Muslim untuk mengamalkan puasa sunnah selama dua hari yaitu tanggal 22 dan 23 Oktober 2015 yang bertepatan dengan tanggal 9 dan 10 Muharram 1437 H. 
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan rencana kegiatan sekolah dalam rangka memperingati tanggal 10 Muharram akan menyelenggarakan acara "Pemberian Santunan" kepada para peserta didik yang berstatus Yatim/Piatu sejumlah kurang lebih 150 orang. Dana santunan disediakan dari orang tua asuh yaitu bapak/ibu guru dan karyawan SMP Negeri 1 Jiwan.
Acara tersebut insya Allah akan diselenggarakan pada hari Jum'at tanggal 23 Oktober 2015 pukul 07.00 WIB di Aula.

Sambutan Kepala SMPN 1 Jiwan

Dokumentasi Penyerahan Santunan
Tanggal 10 Muharram 1437 H

Tahun sebelumnya penyerahan santunan diselenggarakan di halaman sekolah usai pelaksanaan upacara bendera hari senin sebagaimana tampak pada photo di atas.
Semoga acara yang sederhana ini membawa manfaat yang besar terhadap terjalinnya hubungan yang erat dan kasih sayang yang tulus antara pendidik dan peserta didik di SMP Negeri 1 Jiwan, agar Allah SWT melimpahkan anugerah berupa keberkahan ilmu bagi warga sekolah. Aamiin.


RENUNGAN:

Sebagian masyarakat kita beranggapan bahwa ‘Hari Rayanya’ anak-anak yatim itu adalah pada Bulan Muharram, tepatnya tanggal 10 Muharram. Kita bisa lihat pada Bulan Muharram, berbagai kegiatan amal digelar untuk anak-anak yatim, semua komponen masyarakat baik personal maupun lembaga, seolah berlomba untuk ambil bagian, mereka (anak-anak yatim) bagaikan artis dadakan pada hari itu, ya inilah Hari Raya Yatim. Apabila dikaji lebih mendalam, tentang anggapan bahwa Bulan Muharram adalah “Lebarannya Yatim” dan seakan-akan menjadi “WAJIB” untuk merayakannya, ternyata pemahaman itu keliru, karena menyandarkannya pada sebuah hadits palsu, yang bunyinya seperti ini:

“Siapa yang mengusapkan tangannya pada kepala anak yatim, di hari Asyura’ (tanggal 10 Mu-harram), maka Allah akan mengangkat derajatnya, dengan setiap helai rambut yang diusap satu derajat”.

Dengan tidak bermaksud mengatakan bahwa menyantuni yatim di Bulan Muharram sebagai suatu kesia-siaan, namun sepertinya perlu juga disampaikan, bahwa anak-anak yatim itu tidak hanya hidup di Bulan Muharram lalu kita lupakan mereka pada 11 bulan selanjutnya. Begitu mulianya bagi setiap orang yang mau berbagi dengan anak-anak yang kurang beruntung ini, dengan tidak hanya melakukan amal kebaikan itu di satu bulan saja. Ada Bulan Ramadhan sebagai bulan agung yang dimuliakan Allah SWT dan Rasulullah SAW, sebagai sarana beramal lebih banyak lagi, apatah lagi membantu menyantuni anak-anak yatim. Adapun tentang keutamaan menyayangi mereka, banyak ayat Al Qur’an dan Hadits Nabi yang menjelaskan hal tersebut

Allah SWT berfirman:

‘Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin”. (QS. Al Ma’un : 1-3)

Rasulullah SAW, dalam sebuah hadits shahihnya, bersabda:

“Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim di antara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.”
(HR. Abu Ya’la dan Thabrani, Shahih At Targhib, Al-Albaniy: 2543).

Begitu istimewanya anak-anak yatim itu, sehingga Rasulullah SAW mengatakan:

“Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di Surga seperti ini”, Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya.
(HR. Bukhari)

SUBHANALLAH, begitu teramat istimewanya mereka (anak-anak yatim) sehingga, amat sangat disayangkan sekali sekiranya Ramadhan yang dipahami kemuliaan dan keutamaannya, berlalu tanpa kebaikan untuk mereka. Anak-anak yatim, merupakan amanah Allah SWT yang dititipkan kepada kita, mereka adalah bagian dari potret hidup yang menggambarkan, bahwa sesungguhnya “sangat tidak nyaman” ketika seorang anak tidak memiliki ayah sebagai pelindung, memberinya makan dan pakaian, dan hal kebahagiaan yang lainnya. Mereka juga bagian dari ujian terhadap keimanan hamba, mengingatkan akan pentingnya makna UKHUWWAH, TAKAFFUL dan BERKASIH SAYANG. Mereka lah sumber cahaya, yang dapat MELUNAKKAN HATI yang keras, mengenyahkan sifat SIFAT BAKHIL/KIKIR terhadap harta, serta menjadi sarana bagi dibukanya pintu-pintu rezeki. 

Rasulullah SAW mengatakan:

“Ada seorang laki-laki yang datang kepada nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengeluhkan kekerasan hatinya. Nabi pun bertanya: sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” (HR Thabrani, Targhib)

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun dua malaikat. Lalu salah satunya berkata, “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata, “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil).” (HR. Al-Bukhari no. 1442 & Muslim no.1016)

Sungguh sangat beruntung, jika Ramadhan kali ini, dipenuhi dengan aktivitas sosial guna menyayangi mereka dan mengajaknya bergembira di bulan penuh mulia ini. Menyayangi mereka, bukan sekadar mengajaknya BERBUKA PUASA namun harus lebih dari itu, memberikan sedekah dengan menyisihkan harta untuk mereka bersekolah dan menyiapkan mereka bersuka cita di hari kemenangan (’Idul Fitri) adalah bagian dari akhlak mulia kepadanya. Kita sangat berharap, bahwasannya Ramadhan kali ini, yang bisa jadi menjadi Ramadhan terakhir bagi kita, dapat diisi dengan prestasi amal yang lebih banyak, dapat mensucikan harta yang dimiliki, sehingga beroleh keberkahan dari apapun yang dimiliki.

Harta dengan berbagai aksesorisnya adalah milik Allah SWT yang dititipkan sementara kepada kita, tidak akan pernah kekal, bahkan bisa jadi akan habis dan lenyap sama sekali. Harta yang bersih akan mendatangkan ketenangan, keberkahan dalam hidup sekaligus menjadi penolak bala dan penyakit. Namun sebaliknya, harta yang kotor, yang hanya ditumpuk karena takut berkurang atau hilang, yang dibelanjakan hanya untuk diri dan keluarganya, yang dipertontonkan kepada orang – hanya untuk mendapatkan pujian, acapkali menjadi “sandungan” dan mengundang FITNAH dalam hidup. Oleh karena seorang hamba akan mencapai hakikat KEBAIKAN dengan SEDEKAH sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imran: 92)

Dari Abu Hurairah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah itu tak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim no. 2588)

Mari kita optimalkan Ramadhan dengan mengasihi dan menyayangi anak-anak yatim, karena efek kebaikan dari optimalisasi amal di Bulan Ramadhan akan terus dapat dilanjutkan pada bulan-bulan selanjutnya. Setelah Ramadhan pun kita akan terus menerus ingat dengan anak-anak yatim, karena sesungguhnya mereka pun memiliki hak untuk diperhatikan, bukan hanya di bulan Muharram atau bulan Ramadhan saja.

sumber: dakwatuna.com

*Red.

Selasa, 06 Oktober 2015

Pengurus OSIS Tahun 2015/2016

PENGURUS OSIS SMP NEGERI 1 JIWAN
TAHUN 2015/2016


NO
NAMA
KELAS
JABATAN
1
Anugerah Rimdhany Fauzan
VIII-B
Ketua
2
Ananda Shallom Putri
VII-B
Wakil Ketua
3
Anastasya Sasqia Yusnida
VIII-D
Sekretaris 1
4
Maya Muslikhah Kumalasari
VII-B
Sekretaris 2
5
Sefina Rafi Prasetyo
VIII-B
Bendahara 1
6
Fariz Adhdhahiri
VII-H
Bendahara 2   
7
Ersha Fitriana Nur Azizah
VIII-F
Pembantu Umum 1
8
Rizki Nur Utami
VII-B
Pembantu Umum 2
9
Dristanta Setya Pradipta
VIII-J
Sekbid 1. Keimanan & Ketakwaan
10
Teta Pamungkas Sari
VII-A
11
Devina Alfianti
VIII-E
Sekbid 2. Budi Pekerti Luhur
12
Muhammad Rayhan Putra Ariadi
VII-C

13
Abidanti Diennabila Khalishya
VIII-E
Sekbid 3. Wawasan Kebangsaan
14
Puspa Kesumaningtyas
VII-K

15
Genta Putra Dwi Zenianto
VIII-L
Sekbid 4. Prestasi Akademik
16
Muhammad Fiqri Maulana Akbar
VII-A

17
Fadhillah Ulumudin
VIII-J
Sekbid 5. Pendidikan Politik
18
Zenitha Gelina Inachys
VII-L

19
Septi Kurnia Dewi Wibowo
VIII-D
Sekbid 6. Kewirausahaan
20
Alfan Ridho Subastian
VII-E

21
Teddy Setyobudi
VIII-K
Sekbid 7. Kualitas Jasmani
22
Bunga Kartika
VIII-J

23
Vera Edtiani Putri
VIII-I
Sekbid 8. Sastra Dan Budaya
24
Erika Lestiani
VII-K

25
Devin Pratama
VIII-L
Sekbid 9. Informasi & Komunikasi
26
Renata Rosa Lelita
VII-B

27
Fiftalida Sunsang Septiawan
VIII-B
Sekbid 10. Bahasa Inggris
28
Dwi Nurhana
VII-G



                                       Jiwan, 30 Agustus 2015